Berita

Game Mobile dan Game PC, Lebih Cuan Mana di Masa Pandemi

Laporan Pasar Gaming Global 2021 yang dirilis oleh Newzoo pada bulan Juli 2021, game mobile ini diprediksi akan mendapatkan pendapatan US$ 90,7 miliar di tahun ini dengan peningkatan 4,4 persen YoY atau Year on Year.

Pendapatannya sendiri akan mencapai lebih dari 50 persen dari total pendapatan game secara global.

Pandemi Covid – 19 tak dipungkiri lagi sudah mempengaruhi perkembangan serta distribusi game terutama game konsol dan PC.

Jika dibandingkan dengan game mobile, maka perkembangan game konsol serta PC sangat bergantung pada besarnya tim, anggaran, serta kerja sama lintas negara.

Selain itu, kelangkaan chip global semakin memperkeruh isu ini karena terbatasnya pasokan produk elektronik konsumen, termasuk game konsol generasi terbaru dan hardware untuk PC kelas atas.

Karena faktor itu, pendapatan pasar game konsol yang sebesar US$ 49,2 miliar menunjukkan penurunan YoY 8,9%.

Sedangkan untuk pendapatan pasar game PC adalah US$ 35,9 miliar dengan penurunan YoY 2,8%. Sebaliknya, pertumbuhan game mobile YoY sebesar 4,7% dan 2% masing – masing di game smartphone serta tablet.

Dua kategori ini adalah satu – satunya produk game yang pertumbuhannya cukup signifikan. Karena pertumbuhannya yang tinggi serta pendapatan efisiensi pengembangan membuat game mobile banyak dicari oleh publisher game serta perusahaan Tiongkok mempunyai kinerja yang paling memuaskan di sektor ini.

Dari Laporan Industri Game Tiongkok 2020 yang dirilis CGIGC tahu lalu, pendapatan sebenarnya dari penjualan luar negeri dari game yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan Tiongkok akan mencapai US$ 15,45 miliar, dengan peningkatan YoY sebesar 33,25%.

Pendapatan penjualan aktual mereka di pasar domestik mencapai sekitar US$ 37 miliar dengan peningkatan YoY sebesar 26,74%.

Menurut statistik pada tahun 2020, pendapatan kumulatif dari game yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan Tiongkok itu menembus US$ 52,4 miliar dimana 30% nya merupakan pendapatan penjualan luar negeri.

Selain dari kualitas game itu, alasan lainnya adalah karena strategi periklanan mereka yang sangat efisien.

Menurut Laporan Periklanan Global 2021 Semester 1 yang dirilis SocialPeta (https://www.socialpeta.com/), sekitar 80 persen pengiklan dari 50 teratas adalah perusahaan Tiongkok, dan iklan mereka kebanyakan untuk game genre SLG, permainan kartu, dan MMORPG.

Berdasarkan data dari SocialPeta, platform periklanan dan pemasaran terkemuka di dunia, perusahaan Tiongkok berfokus pada iklan game mobile di pasar luar negeri, dan menempati 10 tempat teratas dalam peringkat pengiklan game mobile.

Menurut data peringkat SocialPeta untuk pengiklan game mobile global pada semester pertama 2021, semua pengiklan 10 teratas berasal dari Tiongkok. Dalam daftar ini, 4 game di antaranya berasal dari SpinX Games Limited, dan 3 di antaranya masuk tiga besar.